Gurihnya Bisnis Rumahan Rempeyek Omzet Ratusan Juta

Bisnis rumahan kerap kali di anggap sebagai usaha kecil yang tidak akan menjadikan orang kaya. Di dalam pikiran orang kebanyakan, bisnis yang besar berarti bisnis yang menyewa tempat dengan kios atau gedung yang besar. Sementara usaha rumahan, tak jarang hanya sebagai usaha sampingan yang di sepelekan sehingga biasanya hasilnya kurang menguntungkan.  Padahal, entah apapun jenis peluang usahanya, jika di manage dengan baik, maka tidak ada yang tidak mungkin terlebih untuk mendapatkan hasil yang melimpah.

Bisnis Rumahan Rempeyek Omzet Ratusan Juta


Bisnis rumahan yang ingin saya angkat sekarang adalah bisnis kuliner rempeyek. Rempeyek merupakan makanan ringan khas Indonesia yang biasanya terbuat dari tepung yang ditaburi dengan kacan tanah atau kedelai. Seiring dengan banyaknya inovasi, kedelai kemudian memiliki variasi yang beragam mulai dari repeyek jamur, rempeyek ikan, hingga rempeyek asin yang diberi taburan ikan teri atau ikan asin. Ternyata, usaha rempeyek bisa menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Tidak percaya? Yuk baca artikel 

Bisnis Rumahan Rempeyek Omzet Ratusan Juta

Sudarto, Di PHK Hingga Sukses Bisnis Rumahan Omzet Rp. 300 juta / bulan

Sudarto, seorang warga Bantul yogyakarta tentu sangat kecewa ketika dirinya di PHK karena krisis moneter yang terjadi pada satu dekade silam. Namun, sepahit apapun yang dialami, kehidupan tetap harus berjalan dan ia harus tetap mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya. 

Sudarto yang lahir pada 47 tahun silam, kemudian mencoba untuk bangkit dari PHk yang dilakukan oleh PT Panasonic Global karena terjadi defisit anggaran. Ia kemudian menemukan satu ide bisnis yang bagi sebagian orang mungkin di anggap sepele namun Sudarto tetap yakin bahwa usahanya akan sukses. Ia kemudian menjalankan bisnis rumahan pembuatan rempeyek. 

Di desanya, memang telah banyak para pengrajin rempeyek yang sudah sukses seperti Kustinah, seorang mantan buruh yang kemudian menjadi jutawan karena usaha rempeyek yang di jalaninya. Kisah Ibu Kustinah telah saya angkat dalam satu artikel khusus di sini. Kembali ke Pak Sudarto, Setelah melakukan survey kecil - kecilan, ia memberanikan diri untuk membuka usaha rempeyek di rumahnya. Dengan bekal modal seadanya, ia kemudian menjalankan bisnis rumahanya bersama sahabatnya.

Setelah usahanya berjalan sekian tahun, Bisnis rumahan rempeyeknya menjadi berkembang pesat karena produk yang di hasilkan sangat di gemari di kota - kota besar seperti Jakarta, Bandung bahkan hingga merambah di Kalimantan. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga satu ton rempeyek dengan total 3000 - 4000 bungkus seharga Rp. 2.500,- / bungkus yang ia kirim ke Jakarta dan kota lainnya.

halangan pasti datang, Gempa yang terjadi di Yogyakarta pada 2006 silam hampir membuat usaha rumahan Sudarto goyah. Namun, pengalaman bisnis Sudarto rupanya telah terasah dan justru menjadikan peristiwa gempa sebagai ajang promosi mengingat banyaknya para relawan yang berasal dari berbagai kota datang ke Yogyakarta. Di situlah Sudarto kemudian mengenalkan produknya kepada para relawan.

Bisnis rumahannya kini semakin di kenal sehingga tidak heran jika usahanya kian maju. Ia kini memiliki Omzet usaha lebih dari Rp. 300 juta / bulan dan memperkerjakan 36 karyawan yang ia gaji dengan sistem borongan. Bagi Sudarto, kesuksesannya adalah hasil dari semangat pantang menyerah. PHK bukanlah kematian bagi sesorang, baginya, setiap musibah merupakan awal dari kehidupan baru yang apabila dapat di sikapi dengan baik maka akan menjadikan kita lebih dewasa, lebuh kuat dan lebih maju.

Semoga artikel kisas sukses bisnis rumahan rempeyek ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Dan jangan lupa, terus kunjungi blog sumber ide bisnis ini agar anda mendapatkan berbagai informasi mengenai perkembangan bisnis khususnya usaha kecil menengah.