Usaha Kuliner Jadikan Lulusan SMA Omzet Puluhan Juta

Usaha kuliner peyek mungkin tidak terlalu akrab di teling anda. Mungkin rada ndeso kedengarannya karena memang makanan yang satu ini tidak terlalu populer di telinga kita. Namun, dari makanan ringan ini, rupanya terdapat potensi yang dapat menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah. Siapapun anda, anda berkesempatan untuk mendapatkan uang dari usaha kuliner ini tak terkecuali anda yang tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti yang dialami oleh Arifdiarto Ambar Wirawan atau yang sering di panggil kelik.

Usaha Kuliner Jadikan Lulusan SMA Omzet Puluhan Juta
otomotif.kompas.com


Kelik memulai usaha kuliner nya bersama sang Istri, Sri Kasih. Usaha yang di jalaninya telah ia geluti selama sepuluh tahun dan karena ketekunannya, kini ia telah meraih omzet hingga 60 juta rupiah perbulan dengan margin sekitar tiga puluh persen sehingga ia mendapatkan penghasilan bersih sekitar 18 juta rupiah perbulan. Jumlah yang sangat besar bagi kebanyakan lulusan SMA yang bahkan bisa melewati gaji pegawai negeri golongan 3. Dan inilah bukti bahwa untuk sukses, tidak mutlak harus berpendidikan tinggi hingga menjadi sarjana. Bahkan, banyak para sarjana yang menganggur atau bekerja di satu perusahaan dengan gaji di bawah tiga juta.

Kelik, dengan keyakinannya mencoba untuk terus dapat berkreasi dengan usahanya yang ia jalankan di kota Bantul, Yogyakarta. Kedepannya, beliau ingin mencoba untuk membuka cabang atau gerai baru di beberapa kota besar di Indonesia. Impian yang sangat berani dari seorang pria lulusan SMA. 

Awalnya, Kelik hanya memiliki toko peyek dan geplak yang terbuat dari bambu untuk menjual hasil usaha kulinernya . Dengan modal seadanya, ia akhirnya berhasil membangun usaha kulinernya hingga omzet puluhan juta perbulan. Lalu apa rahasianya?

Konsistensi. Menurutnya, konsistensi adalah inti dari kesuksesan bisnis bahkan kesuksesan di bidang apapun. Terbukti bahwa orang yang tekun dan telaten akan mengalahkan mereka yang meski memiliki kemampuan lebih namun karena kurang telaten, justru mereka kurang berhasil. Contoh lah Andrie Wongso yang merupakan seorang motivator nomer satu di Indonesia, yang bekerja untuk memotivasi semangat para pebisnis atau karyawan yang notabene adalah lulusan perguruan tinggi bahkan tingkat doktoral.

Kelik menjaga konstistensinya dalam menjalankan usaha kuliner dengan niat dan tekad yang bulat. Tak hanya itu, beliau juga sangat menjagai kualitas produknya. Ini terlihat dari keputusannya untuk tidak menitipkan barang produksinya kepada toko - toko atau penjual lain karena di takutkan jika nanti kualitasnya tidak terkontrol terlebih dengan maraknya penjual yang seringkali menjual barang kadaluawarsa. Dengan alasan itulah, Pak Kelik sengaja menjual sendiri barang daganganya di tokonya sendiri dengan harapan, produk usaha kulinernya dapat di kontrol kualitasnya.

Proses usaha kuliner pembuatan geplak membutuhkan tak kurang  2,5 kuintal gula pasir untuk membuat geplak. Sementara itu, Untuk pembuatan  peyek tumpuk, ia membutuhkan  kuranglebih 50 kg kacang serta 25 kg tepung beras setiap hari. Dan tak kurang membutuhkan 750 butir kelapa. Karena permintaan yang terus bertambah, Kelik harus menambah tenaga sehingga kini ia memperkerjakan tenaga kerja berjumlah 20 tenaga kerja. 

Kisah Kelik merupakan salah satu contoh betapa usaha kuliner bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan dalam berbisnis meskipun tanpa pendidikan yang tinggi. Kemauan untuk belajar serta konsistensi adalah hal utama yang harus anda miliki dalam meraih segala kesuksesan.

Semoga artikel Usaha Kuliner Jadikan Lulusan SMA Omzet Puluhan Juta ini dapat menginspirasi anda agar anda bisa lebih konsisten sehingga bukan tidak mungkin anda akan menjadi " Kelik" selanjutnya.