Menjalankan Peluang Usaha Bisnis Atau Bekerja Di Perusahaan?

Peluang Usaha ~ Kita tentu paham bahwa setiap manusia dibekali oleh bakat, minat dan karakter tersendiri oleh Tuhan. Bekal tersebut kemudian menjadi faktor yang cukup mempengaruhi kemana seseorang akan melangkah dan menjalani kehidupannya. Pun ketika anda dihadapkan pada pilihan antara bekerja ataukah berinvestasi untuk menjalankan suatu usaha, pilihan anda tergantung kepada siapa anda. Hidup memang tidak berumus, namun yang pasti, Tuhan telah membekali diri kita dengan segudang kemampuan, pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita menggali potensi kita untuk mencapai kemapanan finansial?

Kemapanan finansial seringkali dikaitkan dengan bekerja di sebuah perusahaan besar dengan gaji besar dan rumah atas nama sendiri. Seorang wirausaha, khususnya di Indonesia, dipandang belum mapan dibanding mereka yang masih menjadi karyawan bagi perusahaannya. Butuh keberanian untuk terjun kedunia bisnis karena di dalam bisnis anda dituntut untuk menjadi seorang pribadi pemimpin, mampu menelurkan ide kreatif dan bertanggung jawab tanpa pernah putus asa atas segala rintangan yang ada.

Menjalankan Peluang Usaha Bisnis Atau Bekerja Di Perusahaan?
bisnis.news.viva.co.id

Kebanyakan orang lebih memilih untuk menjadi karyawan daripada bercita - cita menjadi seorang pengusaha. Sistem pendidikan di Indonesia memang mulai dari Sekolah Dasar hingga ke universitas mengajarkan orang untuk mempersiapkan diri bekerja di perusahaan besar bukan membangun perusahaan yang meski kecil namun milik sendiri. Kenyamanan merupakan hal yang ditawarkan oleh status karyawan, seletih apapun pekerjaan, sekecil apapun gaji yang didapat tiap tanggal muda, kenyamanan dan keamanan merupakan alasan utama para karyawan masih bekerja karena bagi mereka bekerja dengan gaji tetap tiap bulan merupakan hal paling aman daripada harus berbisnis yang memiliki resiko kehilangan uang untuk modal.


Orang terlalu takut keluar dari zona nyaman, mereka takut kehilangan bulanan mereka, mereka belum siap untuk meninggalkan zona nyaman yang telah membentuk karakter mereka bertahun - tahun. Menurut mereka bekerja menjadi karyawan akan membuat hidup tenang karena akan ada pemasukan tiap bulan tanpa memikirkan resiko untung rugi atau tanpa pusing memikirkan perhitungan modal dan pendapatan. Padahal, ketika kita mau berfikir lebih dalam lagi, dunia ini tidak pernah menawarkan hal pasti yang tanpa kemungkinan. Meski anda adalah karyawan tetap disebuah perusahaan bonafit, anda belum tentu aman karena banyak kasus perusahaan di tutup, atau parahnya anda bisa saja mengalami kecelakaan yang membuat anda tidak dapat bekerja.

Bagi mereka yang memutuskan untuk berbisnis entah itu adalah bisnis rumahan atau bukan rumahan, mereka paham betul akan resiko kegagalan, pengusaha sejati selalu sadar bahwa mereka juga enggan merasakan ketakutan atas kerugian yang mungkin saja terjadi saat usaha mereka mengalami kebangkrutan, namun mereka pahm betul, ketakutan adalah hal wajar sebagai antisipasi dari sebuah resiko. Mereka tidak lagi berfokus kepada soal untung dan rugi, fokus mereka adalah belajar, belajar dan belajar. Menyempurnakan formula yang telah ada agar unit usaha yang mereka jalankan menjadi lebih maju dan berkembang sehingga menghasilkan lebih banyak pundi - pundi uang.

Resiko kerugian, keangkrutan, tidak laku hingga defisit keuangan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis, terlebih untuk mereka yang terbiasa hidup di dalam zona nyaman. Mereka telah duduk manis menikmati kenyamanan mereka dan kemudian bakat terpendam mereka pun akan ikut terpendam. Salah satu kelebihan dari berbisnis adalah anda dapat memaksimalkan potensi anda untuk kemajuan perusahaan anda. Memang anda bisa jadi lebih letih dari kebanyakan orang, anda bisa lebih pusing namun hasil yang didapat akan terbayar lunas ketika usaha anda telah sukses.


Kebebebasan  mengatur waktu, gaji melebihi pegawai negeri menjadi beberapa alasan mengapa orang terjun ke dunia bisnis. Selain itu, faktor tantangan juga mempengaruhi karena di dalam bisnis terdapat unsur tantangan. Anda tidak perlu lagi takut kepada bos karena anda adalah bos untuk diri sendiri. Namun demikian anda harus paham resikonya. Bisnis selalu memiliki dua sisi, untung atau rugi. Maka bersikaplah bijak ketika anda mendapatkan keuntungan besar dan bersikaplah besar ketika anda mengalami kerugian.

Pada akhirnya, jika anda adalah seorang karyawan yang menjadi tumpuan hidup keluarga. Tetaplah bekerja dan sisihkan sebagian dari hasil kerja anda lalu jalankan usaha sampingan. Ketika usaha anda sudah mulai mapan, maka segera terjun dengan keberanian untuk menerima konsekuensi yang ada lalu kelola peluang bisnis anda sebaik mungkin. Namun, ketika anda ingin terus menjadi karyawan yang mendapat gaji bulanan, maka jadilah karyawan yang berdedikasi serta berprestasi. Namun demikian, tidak ada salahnya ketika anda membuka bisnis sampingan agar pendapatan anda semakin besar dan anda berpeluang membuka lapangan kerja untuk orang orang disekitar anda.