Ingin Meminjam Uang Untuk Usaha? Pertimbangkan Hal Berikut Sebelum Menyesal

Peluang usaha yang ada di dunia kini semakin beragam. Usaha - usaha yang ada kini sudah mulai melewati batas - batas yang dulu dianggap mustahil kini telah terbukti hampir tanpa ada batas. Dulu, untuk berbisnis antar negara, orang - orang biasanya menggunakan modal besar dengan container - container besar untuk ekspor dan impor. Kini, dalam genggaman anda, anda bisa membeli barang dengan hanya menggunakan smartphone.

Semakin banyaknya jenis usaha yang dijalankan tentu saja membuat banyak orang mulai melirik dunia bisnis terlebih lagi peran pemerintah dalam menggalakan kesadaran berwirasusaha mulai terlihat jelas. Bantuan - bantuan ekonomi dalam bantuk hibah untuk kelompok usaha dan yang terakhir adalah Anggaran Dana Desa yang berjumlah rata - rata mendekat angka 1 Milliar per desa merupakan sumber dana yang sangat besar untuk satu desa dan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat termasuk juga dalam kaitannya dengan permodalan usaha kecil menengah di desa tersebut.

Pun Pemerintah kemudian menggodok program KUR agar terserap oleh masyarakat khususnya bagi para pelaku UKM yang kekurangan modal. Pemerintah pun menghimbau agar pihak bank yang telah ditunjuk sebagai pelaksana KUR agar mempermudah pencairan KUR dengan tanpa menambah aturan yang tidak sesuai dengan MOU antara pemerintah dan BANK.

Modal Usaha Kecil Menengah
Pertimbangan Pinjaman Usaha

Kemudah - kemudahan tersebut sepertinya akan membuat para pelaku usaha kecil menengah untuk meminjam dana - dana tersebut. Namun, apakah anda tahu? Tidak semua pinjaman yang anda lakukan dapat menambah besar usaha anda bahkan bisa lebih parah harus membuat usaha anda kolaps dan bangkrut.

Untuk itu, sebelum anda meminjam uang untuk usaha kecil anda, Perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Sudah tepatkah Untuk Meminjam Uang?
Seorang ahli keuangan terkenal bernama Robert T. Kiyosaki membagi pinjaman atau utang ke dalam dua jenis yakni 
Utang Buruk
Utang buruk adalah utang yang membuat uang anda keluar dari kantung anda. Misalkan anda meminjam uang untuk membeli motor, membeli barang mewah lainnya yang membuat kantung anda terkuras.
sementara utang yang keduan adalah utang baik.
Utang baik
Utang baik adalah utang yang membuat uang masuk ke dalam saku anda. Misalkan anda meminjam uang untuk membangun bangunan tempat tinggal lalu menjadikannya sebagai tempat kos. Dengan begitu, utang yang anda pinjam tadi di bayarkan oleh orang lain. Bahkan ketika anda hanya mampu melunasi utang tersebut tanpa mendapatkan keuntungan maka, anda secara tidak sadar telah mendapatkan keuntungan dalam bentuk bangunan tersebut. 

Dari penjelasan di atas, anda harus memilih dan memilah utang manakah yang akan anda ambil? utang baik atau buruk. 

Contoh Kasus :
Pinjaman Modal yang benar
sumber : http://www.finansialku.com/

Anda memiliki satu jenis usaha kuliner yang mulai berkembang dengan pesanan yang terus bertambah. Sementara saat ini anda hanya memiliki peralatan yang hanya mampu memproduksi pada jumlah tertentu sehingga anda tidak bisa melayani semua pesanan atau minimal akhirnya terjadi keterlambatan penerimaan pesanan.

Maka, apa yang anda akan lakukan? Silahkan jawab sesuai dengan pemikiran anda. Jika anda menjawab " meminjam uang" maka anda termasuk 99% pemikir konvensional.
2. Kenali sumber dana utang anda.
Umumnya, jika anda meminjam uang, anda akan melalui tiga cara ini.
  • Meminjam Perorangan
  • Meminjam Dari Program Khusus Kewirausahaan seperti KUR
  • Meminjam uang dari Bank sistem Konvensional
Mari kita teliti satu persatu dari tiga sistem di atas.
  • Perorangan
    Anda memiliki keuntungan tersendiri jika meminjam uang dari orang lain yaitu tidak ada nya bunga. Jika anda meminjam dari sahabat atau kerabat anda biasanya anda tidak akan dikenai bunga yang berarti tidak menambah beban pinjaman. Namun, hati - hati. Pinjaman perorangan biasanya diberi tenggat waktu yang sangat menentukan tingkat kepercayaan. Sekali anda membayar tidak sesuai dengan waktunya. Anda akan kesulitan ketika meminjam uang kembali.

    Tak hanya itu, Uang yang dipinjamkan bisa saja ditarik sewaktu - waktu ketika orang yang kita pinjami uang sedang merasakan kesulitan keuangan. Untuk itu, anda harus teliti sebelum mengambil alternatif ini. Karena biasanya, ketika anda meminjam kepada kerabat anda atau kenalan anda, anda akan lebih menyepelekannya sehingga niat mengembalikan agak kurang. Berbeda dengan meminjam dari BANK, anda akan lebih berhati - hati serta berusaha keras untuk dapat membayar sesuai tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan.
  • Meminjam dari Program Pinjaman Kewirausaan
    Menurut saya ini adalah pilihan terbaik untuk anda. Bunga yang kompetitif serta tanpa agunan tentu sangat membantu para pelaku usaha kecil menengah untuk dapat melakukan ekspansi bisnisnya.

    kelemahan yang ada pada sistem ini adalah Anda diharuskan meminjam maksimal Rp. 5.000.000. untuk yang pertama kali meminjam lalu berikutnya naik ke angka Rp. 10.000.000 apabila pinjaman pertama bisa lunas dengan tanpa adanya keterlambatan pembayaran. JIka anda membutuhkan modal besar dalam waktu singkat, sementara anda baru pertama kali meminjam dana KUR maka cobalah beralih ke pinjaman yang ketiga di bawah ini.
  • Meminjam uang dari bank konvensional
    Ada banyak jenis pinjaman yang ditawarkan oleh pihak kreditur. Pinjaman - pinjaman tersebut biasanya memiliki bunga pinjaman yang lebih besar dari KUR bahkan bisa berselisih jauh. Selain itu, pinjaman jenis ini juga memerlukan agunan atau jaminan sebagai alat untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak BANK.

    Jika anda memang memiliki usaha yang sudah mapan kemudian membutuhkan modal besar dalam waktu singkat. Cara ini bisa menjadi cara yang baik untuk menyelesaikan permasalahan permodalan anda.
Ketiga sumber utang di atas, memiiki resiko, agunan maupun suku bunga mulai dari 0% hingga 3% bahkan lebih. Lalu manakah yang harus saya pilih? Untuk membantu anda memilih sumber utang. Pertimbangkan lagi hal pada point yang ketiga yaitu sumber pengembalian.

3. Sumber pengembalian Utang
Pelaku usaha memiliki latar belakang yang berbeda - beda. Ada sebagian pengusaha yang memiliki kerja tetap sebagai karyawan, guru dan lain sebagainya yang tentu dengan kata lain memiliki sumber pendapatan aktif. 

Yang lain bisa saja merupakan seorang pebisnis murni yang memiliki satu atau lebih unit usaha yang dijadikan pendapatan aktif tanpa memiliki pekerjaan tetap atau gaji bulanan.

Yang ketiga adalah pengusaha yang memiliki pendapatan aktif dari usahanya dan pendapatan pasif dari investasi atau deposito berjangka di Bank.

Dari ketiga latar belakang di atas, ada dimanakah anda? Jika anda adalah seorang karyawan yang juga melakukan usaha sampingan. Anda punya kelebihan karena anda memiliki sumber tetap pengembalian utang. Namun, jumlah pinjaman yang anda lakukan harus sesuai dengan pendapatan anda. Jika pendapatan aktif anda sebesar 10 juta, usahakan anda maksimal hanya memiliki 30% pinjaman atau sekitar 3 juta. 

Jika anda adalah seorang pebisnis murni, tanpa pekerjaan tetap dan tanpa pendapatan pasif. Kenali kualitas bisnis anda. Apakah keuntungan yang telah anda dapatkan selama ini sudah pantas untuk dijadikan sumber pengembalian modal? Jika usaha anda kemudian sepi, bagaimana anda akan mengembalikan pinjaman tersebut?

Kebanyakan pengusaha yang bangkrut di awal usaha adalah pengusaha yang kurang teliti mempertimbangkan antara pemasukan bisnis dengan pengeluaran untuk pinjaman. Untuk itu, jika anda membutuhkan modal 10.000.000,- maka sebaiknya anda sudah memiliki cadangan modal sebesar Rp. 5.000.000. Kemudian biasakan untuk menabung uang hasil keuntungan anda untuk persiapan apabila terjadi hal - hal yang tidak anda inginkan.

Jika anda sudah bisa menentukan sumber permodalan anda, anda bisa menentukan sumber pinjaman anda. 

Selain itu, kenali pula sistem pinjaman apakah tunai atau non tunai. Menggunakan agunan atau tidak. Memiliki suku bunga yang rendah atau tinggi dan berapa lama angsuran tersebut.

Meminjam uang untuk usaha bisa menjadikan anda lebih sukses bisa juga membuat anda harus gulung tikar. Untuk itu, pertimbangkan dengan masak - masak apakah keputusan anda untuk meminjam uang dari pihak luar sudah tepat untuk kondisi bisnis anda?