Peluang Usaha Sampingan Budidaya Pertanian Perkebunan Untung Menggiurkan

Peluang Usaha Sampingan ~ Iklim bisnis pertanian di Indonesia telah mengalami perubahan, masuknya impor bahan - bahan makanan yang berasal dari sektor pertanian menjadikan keprihatinan bagi sejumlah pihak. Dengan sumber daya alam yang dimiliki, nyatanya Indonesia masih belum dapat melakukan swasembada pangan.

Dari data BPS, Indonesia menjadi pengimpor beras dengan total jumlah beras yang di impor pada tahun 2014 adalah 844 163,7 ton naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2013. Dari total beras tersebut, nilai mata uang yang ditransaksikan adalah senilai 388 178.500 U$$ angka yang sangat besar untuk impor beras. Bayangkan jika beras tersebut dapat dipasok dari dalam negeri, tentu merupakan sumber pemasukan sebagai peluang usaha sampingan bagi rakyat Indonesia. 

Kenyataan di atas, dipertegas dari tabel ekspor impor yang dirilis oleh kemenperin di bawah ini :

Peluang Usaha Sampingan Budidaya Pertanian Perkebunan Untung Menggiurkan

Sektor pertanian dan industri non migas ternyata mencatatkan angka hingga 79, 41 % dari total impor. Sementara pertanian memiliki 5, 15 % dari total impor negara Indonesia. Hal ini patut disayangkan sebenarnya. Untuk itulah, perlu adanya kerja sama yang saling bersinergi antara pemerintah dengan instansi terkait guna membantu masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai usaha sampingan yang sebenarnya cukup menguntungkan.

Dari beberapa jenis budidaya pertanian atau perkebunan, saya telah merangkum beberapa jenis budidaya tanaman yang dapat anda jadikan sebagai peluang usaha sampingan di bidang pertanian di antaranya :

  1. Peluang Usaha Budidaya Bawang Merah
    Bawang merah merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat Indonesia. Makanan - makanan yang sering dihidangkan dan dilahap di negara ini kebanyakan menggunakan bawang merah sebagai salah satu bumbu yang paling penting. kebutuhan akan bawang merah dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk di negara yang memiliki penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini.

    Dari data yang kami dapat dari Untika.ac.id, per hektar bawang merah dapat menghasilkan keuntungan hingga  3 milyar rupiah per tahun atau sekitar 300 juta per bulan. Selengkapnya mengenai analisa laba rugi bawang merah silahkan lihat di bawah ini
    http://untika.ac.id/index.php/akademik/dosen/artikel/52-analisis-usahatani-bawang-merah-di-kabupaten-banggai
  2. Usaha Sampingan Budidaya Singkong
    Selain bawang merah, bahan makanan lain yang tidak kalah populer di Indonesia adalah singkong atau ketela pohon. Singkong menjadi makanan yang merakyat dan dikonsumsi rata - rata dari kalangan menengah ke bawah.

    kebutuhan akan singkong pun tidak kalah besar. Dari data pusat statistik, Vietnam merupakan negara yang menjadi pemasok singkong terbesar untuk Indonesia. Bayangkan, dengan total luas wilayah yang sangat luas, dan sumber daya alam dengan kondisi kesuburan tanah yang mendukung budidaya singkong rupanya belum menjadikan Indonesia sebagai negara swa sembada singkong sehingga terpaksa harus mengimpor dari negara lain.

    Karenanya, Usaha Sampingan budidaya singkong merupakan contoh peluang bisnis yang sangat potensial karena pangsa pasar yang besar serta pengelolaan yang tidak terlalu sulit.

    Jika anda tertarik untuk membaca mengenai peluang bisnis budidaya singkong, anda dapat membacanya DI SINI.
  3. Peluang Bisnis Sampingan Budidaya Tomat
    Jika anda tidak memiliki lahan luas untuk budiaya singkong maupun budidaya bawang merah. Anda masih bisa menjalankan budidaya tomat di dalam pot. Prospek budidaya jenis sayuran ini masih sangat cerah dan kebutuhan nasional belum dapat tercukupi.

    Dalam sebulan, dengan modal 400 pot tanaman tomat. Seorang petani dapat menghasilkan keuntungan bersih Rp. 2.juta / bulan.

    Baca : Peluang Usaha Budidaya Tomat
Di dalam blog ini, masih terdapat banyak ide usaha sampingan sektor pertanian yang dapat anda jadikan sebagai jalan untuk mencari inspirasi atau ide bisnis anda.

Namun demikian perlu anda ketahui bahwa berbisnis di bidang pertanian memerlukan kesabaran dalam merawat tanaman - tanaman tersebut dan seringkali kita harus bermain harga. Banyak produksi dalam satu waktu menjadikan hasil panen surplus sehingga jumlah produksi lebih banyak daripada kebutuhan. Akibatnya terjadi penurunan harga.

Oleh karena itu, anda perlu mempelajari manajemen bisnis pertanian dan pengelolaan yang intensif agar hasil yang didapat dapat menjadikan anda kaya raya.